sistem starting genset

Sistem Starting Genset Diesel: Manual, Elektrik, dan Kompresi

Sistem starting pada mesin genset diesel adalah rangkaian mekanisme yang berfungsi untuk memutar mesin hingga mencapai putaran minimum agar proses pembakaran dapat terjadi. Tanpa sistem starting yang tepat, genset tidak akan mampu menyala dan menghasilkan listrik. Secara umum, terdapat tiga jenis sistem starting yang digunakan sesuai dengan ukuran mesin dan kebutuhan aplikasinya: start manual, start elektrik, dan start kompresi. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Sistem Start Manual

Sistem start manual digunakan pada genset diesel berukuran kecil, umumnya dengan daya mesin di bawah 30 PK. Sistem ini memanfaatkan tenaga manusia untuk memutar mesin melalui engkol start yang terhubung ke poros engkol. Operator harus memutar engkol dengan kecepatan tertentu hingga mesin hidup dan pembakaran berlangsung stabil.

Karena mengandalkan tenaga manusia, sistem ini sangat bergantung pada kemampuan operator. Semakin besar ukuran mesin, semakin berat pula torsi yang dibutuhkan sehingga sistem manual hanya cocok untuk genset kecil seperti genset portable, mesin pertanian kecil, atau aplikasi rumah tangga sederhana. Meski sederhana, sistem ini memiliki kelebihan berupa biaya perawatan rendah dan tidak memerlukan komponen listrik tambahan seperti baterai atau motor starter.

2. Sistem Start Elektrik

Sistem start elektrik adalah yang paling umum digunakan pada genset diesel berkapasitas menengah, biasanya hingga 500 PK. Pada sistem ini, proses start dibantu oleh motor DC (motor starter) yang digerakkan oleh suplai listrik dari baterai/aki 12V atau 24V.

Ketika tombol start ditekan, motor starter menarik arus besar dari baterai dan memutar mesin hingga mencapai putaran awal (cranking speed). Setelah mesin menyala, generator mengisi kembali baterai melalui dinamo atau alternator kecil. Pada saat genset tidak bekerja, pengisian baterai dibantu oleh battery charger yang mengambil suplai dari PLN.

Agar aman, sistem ini dilengkapi pengaman tegangan yang memutus hubungan dengan charger ketika baterai telah mencapai tegangan standar (12V atau 24V). Baterai pada sistem start elektrik idealnya mampu melakukan proses start hingga enam kali tanpa perlu pengisian ulang, sehingga kondisi baterai harus selalu terjaga.

3. Sistem Start Kompresi (Air Start System)

Untuk mesin genset diesel berkapasitas besar, biasanya di atas 500 PK, digunakan sistem start kompresi atau air start system. Sistem ini tidak lagi mengandalkan motor listrik, melainkan memanfaatkan udara bertekanan tinggi.

Cara kerjanya dimulai dengan menyimpan udara di dalam botol udara (air tank). Udara dipompa dan dikompresi hingga mencapai tekanan tertentu. Ketika proses start dimulai, udara bertekanan tersebut dilepaskan ke dalam silinder mesin untuk mendorong piston sehingga mesin berputar. Pada saat bersamaan, solar disemprotkan melalui injector sehingga terjadi pengkabutan dan pembakaran awal.

Ketika tekanan dalam tabung turun ke batas minimum, kompresor akan bekerja otomatis untuk mengisi ulang hingga mencapai tekanan siap-start. Sistem ini sangat andal, terutama untuk mesin besar di industri, kapal, atau pembangkit listrik tetap.

ilustrasi starting genset

Untuk memastikan genset Anda bekerja optimal, pemilihan sistem starting yang sesuai sangatlah penting. Baik untuk genset kecil, menengah, hingga kapasitas besar, setiap sistem memiliki keunggulan dan kebutuhan perawatan berbeda. Jika Anda membutuhkan genset diesel berkualitas, termasuk tipe manual, elektrik, atau kompresi, Powerline siap menyediakan berbagai pilihan yang sesuai kebutuhan industri maupun bisnis Anda. Selain itu, Powerline juga menawarkan layanan service genset profesional, perawatan berkala, hingga penyediaan sparepart asli untuk menjaga performa mesin tetap maksimal. Dengan dukungan teknisi berpengalaman, Powerline menjadi mitra terpercaya untuk kelistrikan Anda.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *